Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 April 2017

I MANGKAWANI

Cerita rakyat bugis tentang asal mula

Asogireng ri Wajo
Awaraningeng ri Bone
Amaccangeng ri Soppeng



Dahulu kala ada seorang anak raja yang sedang memerintah, namanya La Padoma, seseorang anak tunggal, anak remaja yang gagah perkasa. Ia dijodohkan dengan I Mangkawani, seorang gadis yang sangat elok parasnya, tiada taranya di bawah kolong langit ini.

I DARAMATASIA

Cerita Rakyat yang sarat dengan Ajaran Moral



Editor D. Suhardiman Sunusi

Jumat, 30 Desember 2016

MEONG PALO KARELLAE


 Kisah Sangiangserri



D. Suhardiman Sunusi

Sebuah mitos mengenai We Oddangriu puteri Batara Guru yang setelah meninggalnya, menjelma menjadi Dewi Padi (Sangiangserri),

NENE PAKANDE


 Cerita Rakyat


D. Suhardiman Sunusi

Waktu kita masih kecil, terkadang kita masih mau bermain, tetapi kita selalu  ditakutkan dengan cerita yang di ceritakan oleh orang tua kita dahulu yaitu Nenek Pakande

Nenek Pakande merupakan tokoh dongeng yang melegenda dikalangan masyarakat bugis. Nenek Pakande biasa disebut nenek moyang kita untuk menakuti anak-anak kecil yang sering menangis  " pajani teri engka tu matu nenek pakande"  (berhenti menangis datang nanti nenek pakande),  itulah ucapan yang sering dilontorkan nenek kita ketika ada anak kecil yang sedang menangis.

LA WELLE


Kisah TAPPI MA’DAUN ASE



D. Suhardiman Sunusi


Dikisahkan konon kabarnya, di sebuah desa bernama Wajo-wajo hiduplah seorang anak yatim yang masih kecil. Anak itu bernama Lawelle. Ayahnya meninggal karena dibunuh oleh Lamannuke. Sejak saat itu, Lawelle tinggal berdua dengan ibunya. Warga sekitar pun sangat sayang pada Lawelle karena dia termasuk anak yang rajin dan tidak nakal.

Suatu ketika, Lawelle sedang bermain-main dan tiba-tiba menyaksikan sepasang burung memberi makan pada anak-anaknya. Lawelle pun takjub menyaksikan peristiwa yang menurut dia masih asing karena belum pernah dilihat sebelumnya. Hal inilah yang kemudian membuatnya bertanya pada ibunya tentang upaya kedua ekor burung yang memberi makan pada burung-burung yang lain.

LA MANNUNGKE

Kisah Lanrona Majapahit serta Keberanian Panglima Perang Wajo



D. Suhardiman Sunusi


La Mannungke dikenal sebagai salah seorang pemberani pada zaman pemerintahan Arung Matowa Wajo La Mungkace To Uddamang. Beliau adalah seorang panglima perang La Mungkace To Uddamang. La Mannungke dengan sikap kesatrianya dapat menghadapi lawan berdasar pada ilmu dan keberaniannya. Beliau berasal dari bulo-bulo yaitu sebuah kampong di daerah Wajo-wajo..

Di daerah Bulo-bulo ada sebidang sawah milik La Mannungke yang digelar LA BATTOANA. Setiap musim tanam padi sawah tersebut selalu ditanami padi pulut (padi ketan). Padi ketan dari hasil sawah itu menjadi berkah dan azimat bagi La Mannungke. Sebelum berangkat untuk berperang nasi/ketan menjadi bekal utamanya dan menyebutkan BARAKKANNA PULU MANJETTINNA LABATTOANA (berkat nasi ketan dari Labattoana).

Petta BOMBO'


Pahlawan dari Tana’ Tengnga Belawa



D. Suhardiman Sunusi

Kisah ini merupakan bagian dari sejarah Belawa yang berasal dari tana Tengnga.E. Tentang kehebatan seorang putera Belawa yang  sangat ditakuti ,  Seorang raja  yang kehilangan naluri kemanusiaannya, hingga mendapatkannya kembali ketika ia mendekatkan diri pada Allah SWT